Ucapan Salam sebagai bentuk penerapan sikap religius, sopan santun, dan penghormatan kepada sesama, sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
Alloh SWT Berfirman dalam al Qur’an ( Q.S. Annisa’ : 86 ) :
وَاِذَا حُيِّيْتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوْا بِاَحْسَنَ مِنْهَآ اَوْ رُدُّوْهَاۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيْبًا
Artinya : Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan (salam), balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya atau balaslah dengan yang sepadan. Sesungguhnya Allah Maha Memperhitungkan segala sesuatu.
Pada awal proses pembelajaran, guru membiasakan siswa untuk mengucapkan salam sebagai bentuk penerapan sikap religius, sopan santun, dan penghormatan kepada guru. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, siswa mengucapkan salam dengan penuh ketulusan, kemudian guru menjawab salam.
Kegiatan pembiasaan ini dilakukan secara rutin setiap awal pembelajaran sehingga menjadi bagian dari budaya positif di kelas. Siswa dibimbing untuk mengucapkan “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” dengan suara yang jelas, sikap tenang, dan penuh hormat. Setelah itu, guru dapat melanjutkan dengan menanyakan kabar dan memberikan motivasi agar siswa siap mengikuti pembelajaran.
Pembiasaan salam sebagaimana terlihat pada gambar tidak hanya menjadi kegiatan pembuka, tetapi juga bertujuan menanamkan nilai-nilai keimanan, kesopanan, kedisiplinan, rasa hormat, dan kebersamaan. Dengan dilakukan secara konsisten, siswa diharapkan mampu menerapkan kebiasaan mengucapkan salam tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika bertemu guru, teman, maupun orang lain.